Dalam sebuah ulasan, mantan diplomat Kishore Mahbubani menilai Presiden Jokowi sebagai sosok jenius dalam kepemimpinannya, dengan menyoroti efektivitas pemerintahan yang ia jalankan.
Perbandingan antara pemerintahan Jokowi dan situasi politik di Amerika Serikat, di mana Jokowi dapat mengajak para lawan politiknya untuk bergabung dalam kabinet, menunjukkan kemampuan luar biasa dalam membangun koalisi yang inklusif.
Mahbubani juga menyinggung keberhasilan Jokowi dalam mengelola ketimpangan ekonomi, yang tercermin dari penurunan angka yang signifikan selama masa jabatannya.
Mahbubani menggarisbawahi bahwa meskipun pandemi COVID-19 memberikan tantangan besar, penanganan yang cepat dan efektif oleh pemerintah menunjukkan jenius dalam kepemimpinan.
Apakah Berpotensi Mengambil Alih PDI Perjuangan?
Jika Jokowi mengambil alih PDI Perjuangan, maka siapapun pasti akan setuju bahwa Jokowi ini sebenarnya lebih besar daripada Ibu Megawati dan Pak SBY.
Meskipun Jokowi mengisyaratkan keinginan untuk pensiun dan kembali ke kehidupan biasa di Solo, tindakan dan strategi politiknya terbaru menunjukkan sebaliknya, hal ini menimbulkan teka-teki tentang niat politiknya ke depan.
Sikap dan reaksi terhadap Jokowi dari elit-elit PDI Perjuangan juga menunjukkan bahwa meskipun mereka mengklaim Jokowi kehilangan pengaruh, sebenarnya hal tersebut bisa jadi sebaliknya. Serangan dari sekjen partai dan elit PDIP lainnya hanya menunjukkan ketakutan mereka terhadap kekuatannya yang masih ada.
Kebangkitan Pengaruh Jokowi
Jokowi ini sebenarnya kelasnya setara dengan pemilik partai. Banyak yang memperdebatkan tentang seberapa besar pengaruh Jokowi setelah masa kepresidenannya, di mana dia terlihat masih memiliki kekuatan besar di dunia perpolitikan, sekaligus juga menunjukkan bahwa statusnya sebagai dirinya masih memiliki nilai tinggi.
Jika dilihat dari konteks kepemilikan kekuasaan, banyak orang berpendapat bahwa Jokowi seharusnya dianggap sejajar dengan presiden lainnya, khususnya ketika berbicara tentang pengaruh dan loyalitas dari para pendukungnya di lapangan.
Jokowi memiliki kemampuan untuk mempengaruhi dan menggerakkan banyak orang, bahkan dalam konteks pemilihan politik, yang menunjukkan bahwa anggapan bahwa ia sudah tidak dianggap lagi, bisa jadi salah besar.
Kemungkinan Pendiri Partai Baru?
Jika partai ini berdiri, maka akan ada ‘bedol desa’ dari elit-elit PDIP yang pindah ke partai tersebut. Ada peluang besar bagi Jokowi untuk mendirikan partai baru yang bernafaskan nasionalis, yang bisa menarik kembali para simpatisannya yang berasal dari PDIP.
Jika partai baru ini terwujud, sangat mungkin akan diisi oleh orang-orang yang pernah berafiliasi dengan PDIP, yang juga ditunjukkan dengan adanya rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo.
Mendirikan partai baru tidak akan semudah membalikkan telapak tangan, karena Jokowi harus mempertimbangkan banyak hal, termasuk latar belakang dan aspirasi dari para pendukungnya serta situasi politik yang ada.
Dinamika Politik PDIP dan Jokowi
Ada kemungkinan yang lain yang akan bisa dilakukan yaitu pulang kembali dan memasuki PDIP, apakah itu mungkin? Tidak ada yang tidak mungkin bagi Presiden Ketujuh ini.
Dalam dunia politik, hubungan antar individu sering kali bersifat tidak tetap, dimana teman dan lawan bisa berubah dengan cepat. Hal ini diungkapkan dalam konteks situasi internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang tengah dihadapkan problema tersebut.
Dalam konteks ini, pengamat politik menunjukkan bahwa kembalinya Jokowi ke PDIP bukanlah hal yang mustahil, terutama jika ada negosiasi antara pihak-pihak tertentu dalam partai tersebut.
Dikatakan bahwa terdapat dua kubu dalam PDIP yaitu fraksi yang dipimpin oleh Puan Maharani dan yang lainnya oleh Megawati Soekarnoputri, dengan perbedaan dalam pendekatan politik mereka.
Kemungkinan Rekonsiliasi Politik
Jika ternyata Puan Maharani ini bisa ketemu dengan Pak Jokowi dan membicarakan sesuatu yang akan bisa dilakukan, tidak menutup kemungkinan bahwa Pak Jokowi ini akan bisa kembali lagi.
Penjelasan lebih dalam mengenai bagaimana jika Puan dan Jokowi dapat bertemu untuk bernegosiasi, ataupun bagaimana Jokowi dapat meraih kembali posisi dalam struktur PDIP.
Eksplorasi mengenai kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi, termasuk potensi Jokowi mendirikan partai baru jika tidak ada kesepakatan yang dicapai dengan PDIP.
Perlu diingat bahwa politik adalah tentang strategi baik di depan maupun di balik layar, dan keputusan sering kali diambil di luar pandangan publik. (fir)
Topics #Joko Widodo