Berlari merupakan olahraga yang sangat diminati banyak orang. Semua orang ingin ikut berlari, bahkan berlari sudah menjadi gaya hidup. Ada beberapa tingkatan atau jarak tempuh pada olahraga ini.
Buat kamu yang baru berlari dan ingin mengikuti event lari perlu mengetahui istilahnya. Apa itu 5K, 10K atau Marathon dan Ultra Marathon.
Event Lari 5K atau 10K adlah berlari dengan jarak tempuh 5 Kilo Meter atau 10 Km. kedua event ini masuk dalam kategori race. Jadi istilah gaulnya race 5K atau race 10K. Berbeda antara race dengan marathon. Marathon itu jaraknya 42.195K atau 42 Km 195 Meter. Sedangkan Ultra Marathon adalah lari marathon dalam skala ekstrem. Belembeng.com akan mengupas tuntas tentang Ultra Marathon dan atlet Ultra Marathon Indonesia berprestasi internasional.
Jadi kalau kamu ikut event lari, bilang saja ikut race 5K atau race 10K, bukan bilang ikut marathon.
Ada juga istilah dalam percakapan para pelari yang harus dimengerti. Biasanya percakapan ini ada di circle mereka :
+ ikut race apa tahun ini?
• ikut Maybank (berarti Bali Marathon)
+ ambil apa?
– HM aja (berarti Half Marathon – dengan jarak tempuh 21K)
Selain itu, sering juga terdengar obrolan sesama pelari :
+ Sudah yakin ambil FM?
• Virgin FM nih (berarti pertama kali ikut marathon atau Full Marathon – dengan jarak tempuh 42.195K).
Begitupun kalau baru ikut 5K atau 10K, kamu jangan kebelet mau ikutan FM. Perlu latihan dan jam terbang. Kalau perlu mengikuti arahan coach. Jadi kamu bisa menakar diri, kapan waktunya naik kelas ke HM atau FM.
Jangan karena fomo Lari lalu nekad, pada hal fisik belum siap dan jam berlatih masih minim.
Nah. Untuk olahraga lari kita perlu menggunakan sepatu khusus lari. Pilihlah sepatu yang tepat. Memilih sepatu lari yang tepat sangat penting untuk menjaga kesehatan lutut, terutama seiring bertambahnya usia.
Berikut beberapa tips yang bisa kamu pertimbangkan:
- Bantalan yang Cukup: Pilih sepatu dengan bantalan yang tebal dan empuk untuk menyerap benturan saat berlari. Ini akan mengurangi tekanan pada sendi lutut.
- Dukungan pada Tumit: Pastikan sepatu memiliki dukungan yang baik pada bagian tumit untuk menjaga kestabilan kaki dan mencegah cedera.
- Fleksibel di Bagian Depan: Bagian depan sepatu harus cukup fleksibel agar kaki dapat bergerak bebas saat melangkah.
- Ukuran yang Tepat: Jangan menggunakan sepatu terlalu sempit atau terlalu longgar. Ruang gerak jari kaki harus pas.
- Cobain Sebelum Membeli: Selalu mencoba sepasang sepatu sebelum membeli. Pakailah sepatu baru itu dengab berjalan atau lari sedikit. Ini untuk merasakan kenyamanan dan kesesuaian dengan kaki.
- Pertimbangkan Jenis Permukaan: Pilih sepatu yang sesuai dengan permukaan tempat kamu biasa berlari, apakah itu aspal, tanah atau trek
- Konsultasi dengan Ahli: Jika memiliki masalah khusus pada lutut, konsultasikan dengan dokter atau ahli podiatrist untuk mendapatkan rekomendasi yang lebih tepat.
Selain itu Model Sepatu yang perlu dipertimbangkan, diantaranya:
Sepatu dengan Teknologi Cushioning:
1. Sepatu dengan teknologi seperti gel atau busa khusus yang dirancang untuk menyerap benturan.
2. Sepatu dengan stabilitas tinggi, cocok untuk mereka yang memiliki pronasi atau supinasi (cara kaki menapak saat berjalan).
Tips Tambahan yaitu Ganti Sepatu Secara Berkala:
- Sepatu lari memiliki masa pakai terbatas. Gantilah sepatu setiap 500-800 km atau jika sudah terlihat aus.
- Pemanasan dan Pendinginan. Lakukan pemanasan sebelum berlari dan pendinginan setelahnya. Ini untuk mengurangi risiko cidera.
- Perhatikan Teknik Lari. Teknik lari yang benar akan membantu mengurangi tekanan pada lutut. Usahakan bagian sol belakang sepatu yang pertama kali mendarat di aspal. Sol belakang sepatu memiliki daya redam yang baik dibanding bagian depannya. Sehingga terhindar dari cidera lutut.
Penting: Memilih sepatu lari yang tepat adalah salah satu langkah untuk menjaga kesehatan lutut, namun bukan satu-satunya. Kombinasikan dengan pola makan sehat, olahraga teratur dan istirahat yang cukup untuk menjaga tubuh tetap fit di usia senja.
Disclaimer: Informasi ini bersifat umum dan tidak menggantikan konsultasi dengan tenaga medis. (win)