Thorium (Th) ditemukan pada tahun 1828 oleh ahli kimia Swedia Jons Jakob Berzelius, yang menamakannya berdasarkan nama Thor, Dewa Guntur Bangsa Nordik. Thorium adalah logam yang sedikit radioaktif yang ditemukan di bebatuan dan tanah yang cukup melimpah di kerak bumi.
Bahkan, isotop utamanya, Th-232, sekitar empat kali lebih melimpah daripada U‑238 3 dan sama melimpahnya dengan timbal. Jumlah yang ditemukan di Amerika Serikat, misalnya, dapat memenuhi kebutuhan energi negara itu selama seribu tahun tanpa perlu pengayaan yang diperlukan untuk bahan bakar berbasis uranium.
Tahun 2023 lalu, PT ThorCon Power Indonesia menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia (BRIN RI) dalam mengembangkan PLTN Indonesia pertama. Pembangunan PLTN di Indonesia yang diajukan oleh PT ThorCon akan menggunakan teknologi Thorcon Molten Salt Reactor (Thorcon MSR), yakni jenis reaktor maju (advanced reactor) atau reaktor yang termasuk ke dalam generasi ke-4.
Chief Operating Officer ThorCon Power Indonesia, Bob Effendi menjelaskan bahwa Kepulauan Bangka Belitung telah memberikan dukungan penuh atas rencana pembangunan PLTN Thorcon MSR. Lebih detailnya, PLTN direncanakan dibangun di Pulau Gelasa, Provinsi Bangka Belitung. (win)