Gelaran MotoGP Valencia, Spanyol seri terakhir yang akan dilaksanakan pada 15, 16 dan 17 November 2024 mendatang terancam batal.
Banjir bandang pada Selasa (29/10/2024) telah merusak berbagai fasilitas penting di Sirkuit Ricardo Tormo venue MotoGP Valencia 2024. Kerusakan fasilitas penting di sirkuit ini cukup parah dan membutuhkan waktu untuk perbaikan. Walaupun aspal di lintasan balap hanya sedikit terdampak dan masih bisa digunakan.
Musibah banjir yang meluluhlantakkan Kota Valencia akibat adanya fenomena alam yang disebut dengan High Altitude Isolated Depression (DANA). Yaitu hujan lebat yang disebabkan oleh daerah bertekanan rendah yang terisolasi pada tingkat tinggi membawa curah hujan selama satu tahun ke beberapa daerah di tenggara Spanyol, termasuk Komunitas Valensia, Castilla–La Mancha, dan Andalusia.
Empat hari setelah banjir bandang melanda wilayah timur Valencia, Spanyol, jumlah korban meninggal menjadi 214 orang dan puluhan warga masih belum diketahui.
Banjir ini merusak berbagai sarana dan prasarana di Kota Valencia, termasuk jalan-jalan penting di sekitar sirkuit hingga sejumlah fasilitas penting di kota ini. Walaupun kondisi aspal lintasan balap ini masih aman dan bisa digunakan untuk balapan, namun tidak dengan kondisi fasilitas pendukung lainnya yang dikabarkan rusak parah.
“Meski setelah inspeksi kondisi treknya masih optimal, sebagian besar akses dan infrastruktur parkir rusak berat,” demikian bunyi pengumuman resmi dari pengelola Ricardo Tormo Circuit.
“Itu membutuhkan perbaikan darurat untuk gelaran MotoGP Valencia, seri terakhir yang digelar pada 15, 16 dan 17 November,” jelasnya.
Ada ratusan orang yang terjebak di area sirkuit, yakni orang-orang dari Formula E yang sedang menyiapkan tes pramusim ajang balap mobil listrik tersebut pada 4 sampai dengan 7 November. Dengan kondisi tersebut tes pramusim Formula E tampaknya hampir pasti dibatalkan.
“Yang penting orang-orang di sirkuit baik saja, semua bisa menghabiskan malam di fasilitas sirkuit,” kata Nicolas Collado, General Manager Sirkuit Ricardo Tormo. (win/berbagai sumber)