Salah satu orang terkaya di Indonesia urutan ke-19 versi Forbes pada tahun 2022, Otto Toto Sugiri menyampaikan pesan kepada kita, untuk menjadi orang sukses harus memiliki prinsip. Hal yang menjadi prinsip Toto hingga saat ini adalah menjauhi utang dan tidak meminta-minta.

Otto Toto Sugiri memang dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses di Indonesia. Bisnis utama beliau adalah di bidang data center. Perusahaan yang didirikannya, DCI Indonesia, merupakan salah satu pusat data terbesar di Indonesia. Data center ini sangat penting untuk menunjang pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Pria yang berambut gondrong ini dikenal juga sebagai Bill Gates-nya Indonesia. Ini karena kesuksesannya di bidang teknologi, terutama data center.

Berbeda dengan kebanyakan orang kaya di Indonesia yang berasal dari bisnis tradisional, Otto Toto Sugiri sukses berkat bisnis teknologi.

Toto lahir di Bandung pada 23 September 1953 ini, mencatatkan jumlah kekayaan senilai 1,9 miliar dollar AS setara dengan Rp 29,7 triliun (kurs Rp 15.654 per dollar AS).

Toto si Bill Gates-nya Indonesia merupakan sosok yang tidak asing di industri teknologi berkat kerja kerasnya membangun Data Center Indonesia (DCI) di Tanah Air. Melalui PT DCI Indonesia Tbk (DCII) untuk menumbuhkan ekonomi digital di Indonesia.

Namun, siapa yang menyangka bahwa kehidupan Toto jauh dari kata mewah. Toto mengatakan, dirinya tetap mempertahankan idealismenya untuk bersikap sesederhana mungkin.

Dia bercerita, ketika menjadi mahasiswa di Jerman, ia sering bertukar pikiran dengan temannya mengenai tujuan dari hidup. Dia menilai banyak manusia mencari ketenangan jiwa, di mana hal itu tentunya tidak bisa dinilai dengan uang.

Toto juga menekankan pentingnya untuk mengelola keuangan dengan benar. Hal ini merupakan modal yang amat penting dalam hidup, termasuk ketika berkeluarga. Dia bilang, satu hal yang penting adalah tidak menggunakan pinjaman untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Toto meraih gelar sarjana teknik elektro pada tahun 1980 di Universitas Teknologi RWTH Jerman.
Rheinisch-Westfälische Technische Hochschule, yang berarti “Universitas Teknik Rheinish-Westphalia”. Universitas ini lebih dikenal sebagai RWTH Aachen atau TH Aachen.

RWTH Aachen adalah universitas riset publik di Jerman yang berlokasi di Aachen, Nordrhein-Westfalen. Mantan wakil presiden dan presiden Indonesia, B.J. Habibie, adalah lulusan universitas ini.

Toto pulang ke Indonesia untuk merawat ibunya dan memulai proyek pemrograman lokal seperti program pencairan pinjaman nelayan di Papua, dan software untuk perusahaan minyak.

Pada tahun 1983 Toto bergabung dengan Bank Bali sebagai General Manager Bank Bali. Toto membuat software yang memudahkan operasional Bank Bali.

Pada tahun 1989 Toto mendirikan perusahaan perangkat lunak, Sigma Cipta Caraka dengan modal 200 ribu US dollar. Toto berkolaborasi dengan 6 mantan karyawan Bank Bali termasuk Marina Budiman yang sekarang menjabat Presiden Komisaris DCI.

Otto Toto Sugiri adalah pendiri sekaligus Presiden Direktur DCI Indonesia. Dia memiliki kekayaan senilai 1,9 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp 28,78 triliun (kurs Rp15.163 per dolar AS). Dia peringkat ke-23 Orang Terkaya Indonesia tahun 2023.

Diketahui, saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang dimiliki Otto melesat 11,964 persen sejak pertama melantai pada 2020 silam, sedangkan saham emiten lain milik Otto PT Indointernet Tbk (EDGE) juga melesat kencang, yakni naik 409 persen sejak pertama kali IPO. (win)