Setiap negara memiliki alasan unik untuk pemindahan ibu kotanya, mulai dari keamanan, ekonomi, hingga pengembangan wilayah.

Berikut ini adalah beberapa negara yang memutuskan untuk memindahkan ibu kotanya ke lokasi baru, beserta alasan dan tahun pemindahannya:

  1. Brazil: Dari Rio de Janeiro ke Brasília pada tahun 1960. Alasan utamanya adalah untuk mendorong perkembangan wilayah pedalaman dan mengurangi kemacetan di Rio.
  2. Kazakhstan: Dari Almaty ke Astana (sekarang Nur-Sultan) pada tahun 1997. Pemindahan ini dilakukan untuk alasan keamanan, ekonomi, dan politik, serta untuk mempromosikan pembangunan di bagian utara negara tersebut.
  3. Nigeria: Dari Lagos ke Abuja pada tahun 1991. Lagos dianggap terlalu padat dan rawan konflik etnis. Abuja, yang terletak di pusat negara, dipilih untuk pemerataan ekonomi dan populasi.
  4. Myanmar (Burma): Dari Yangon ke Naypyidaw pada tahun 2005. Alasan pemindahan ini tidak sepenuhnya jelas, tetapi diyakini untuk alasan keamanan dan pengembangan pusat ekonomi baru.
  5. Australia: Dari Melbourne ke Canberra pada tahun 1913. Pemindahan ini bertujuan untuk menyelesaikan persaingan antara Sydney dan Melbourne serta memilih lokasi yang netral dan dekat dengan keduanya.
  6. Malaysia: Dari Kuala Lumpur ke Putrajaya (sebagai pusat administratif) pada tahun 1999. Kuala Lumpur tetap menjadi ibu kota komersial, sementara Putrajaya difokuskan sebagai pusat pemerintahan.
  7. Mesir: Dari Kairo ke ibu kota administratif baru di timur Kairo yang sedang dibangun sejak 2015. Tujuannya untuk mengurangi kepadatan Kairo dan membangun pusat pemerintahan modern.
  8. Pantai Gading: Dari Abidjan ke Yamoussoukro pada tahun 1983. Pemindahan ini dilakukan oleh presiden pertama negara tersebut, Félix Houphouët-Boigny, yang ingin membangun kotanya sebagai pusat pemerintahan.
  9. Tanzania: Dari Dar es Salaam ke Dodoma pada tahun 1973. Pemindahan ini dimaksudkan untuk mempromosikan pembangunan di bagian tengah negara yang lebih terpusat.
  10. Indonesia: Saat ini dalam proses pemindahan dari Jakarta ke Nusantara di Kalimantan Timur. Alasan utamanya adalah untuk mengurangi beban Jakarta yang padat dan rawan bencana, serta mendistribusikan pembangunan di luar Jawa.

Pemindahan ibu kota ini sering kali menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan urban, pemerataan pembangunan, dan menyeimbangkan kekuatan politik antarwilayah. (fir)

Foto: Kemenparekraf.go.id