Kekalahan telak dari Jepang 4-0 pada 15 November 2024 lalu menjadi pengingat akan tantangan besar yang masih harus diatasi.
Namun, sejarah Jepang juga memberi pelajaran penting. Pada 1968, Indonesia mampu mengalahkan Jepang 7-0. Tapi sejak debutnya di Piala Dunia 1998, Jepang konsisten lolos ke tujuh edisi Piala Dunia, bahkan empat kali menembus babak 16 besar. Ini adalah hasil dari sistem yang dibangun secara bertahap selama lebih dari tiga dekade.
Transformasi di Era Erick Thohir
Erick Thohir, yang menjabat Ketua Umum PSSI sejak Februari 2023, membawa misi besar: transformasi ekosistem sepakbola Indonesia. Bukan sekadar membangun tim nasional, tetapi mencakup sistem kompetisi, pembinaan pemain muda, pengembangan wasit, hingga modernisasi infrastruktur seperti VAR (Video Assitant Referee) dan stadion berstandar internasional. Naturalisasi pemain hanyalah strategi jangka menengah untuk mempercepat kualitas tim, bukan tujuan akhir.
Transformasi ini berbeda dari reformasi era sebelumnya. Transformasi memerlukan waktu, konsistensi, dan sering kali memunculkan disrupsi. Misalnya, pencarian Direktur Teknik yang tepat, langkah penting untuk menciptakan sistem permainan Timnas yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Membangun Harapan yang Realistis
Melihat perkembangan ini, harapan harus dibangun di atas realitas. Jepang membutuhkan waktu 30 tahun untuk mencapai level sepakbola dunia. Apakah realistis bagi Indonesia untuk berharap lolos ke Piala Dunia dalam waktu kurang dari dua tahun sejak transformasi dimulai?
Korupsi struktural dan judi yang dulu merusak PSSI menambah tantangan berat. Namun, dengan fokus pada sistem daripada popularitas individu, ada harapan bahwa Indonesia dapat meniru konsistensi Jepang di masa depan.
Sepakbola yang hebat tidak hanya soal pelatih atau pemain, melainkan sistem yang kokoh. Popularitas bersifat sementara, tetapi sistem yang baik dirancang untuk bertahan lama. Jika konsistensi menjadi kunci, seperti yang dibuktikan Jepang, maka Indonesia pun memiliki peluang yang sama untuk bangkit dan bersaing di panggung dunia.
Transformasi sepakbola Indonesia adalah proses panjang. Tantangan besar menanti, tetapi harapan bisa terus hidup jika kita realistis, konsisten, dan fokus pada pembangunan sistem yang berkelanjutan. Bravo Sepak Bola Indonesia! (fir)