Kompleks Green Energy Cirata terletak di Jawa Barat dan merupakan lokasi yang kaya akan energi terbarukan di Indonesia.

Di sini, terdapat berbagai jenis pembangkit listrik yang bersahabat dengan lingkungan, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

PLTS terapung di Cirata adalah yang terbesar di Asia Tenggara dan ketiga terbesar di dunia.

Selain itu, ada juga fasilitas yang menggunakan hutan energi untuk menghasilkan energi bersih, yang menggantikan penggunaan batu bara.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Cirata

  • Di PLTS ini, kapasitasnya mencapai 1 MW dan dibangun sejak 2015.
  • Operasi di sini lebih berfokus untuk memasok listrik bagi efisiensi penggunaan PLTA, bukan untuk dijual secara komersial.
  • Tim di sini melakukan perawatan minimal, yang termasuk pembersihan panel surya sekitar satu bulan sekali untuk mempertahankan efisiensi.
    Efisiensi panel surya terapung di Cirata bisa mencapai 26% karena manfaat dari suhu yang lebih rendah berkat adanya air di bawahnya.

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cirata
Ini adalah pembangkit listrik tenaga air Cirata, dan di dalamnya ada generator dan turbin.

  • PLTA Cirata beroperasi sejak tahun 1988 dan merupakan pembangkit listrik tenaga air terbesar di Indonesia.
  • Terowongan menuju PLTA memiliki panjang sekitar 1 km dan dilalui untuk mencapai pusat pembangkit yang terletak di bawah tanah.
  • Sistem operasi di PLTA menggunakan aliran air dari Waduk Cirata yang dialirkan melalui pipa menuju turbin.
    PLTA ini membantu menjaga kestabilan pasokan listrik di wilayah Jawa, Bali, dan Madura.
    Hutan Energi di Cirata.
  • Selain pembangkit listrik tenaga air dan tenaga surya, ada juga hutan energi di sini.

Hutan energi di Cirata terdiri dari tanaman Kalianda yang digunakan sebagai sumber pengganti batu bara.
Tanaman ini dimanfaatkan untuk membangkitkan energi, sehingga mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Dengan adanya hutan energi, kompleks ini semakin memperkuat komitmen Indonesia dalam mengembangkan energi terbarukan yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

Penggantian Batu Bara dengan Tanaman Kaliandra

  • Penggunaan tanaman kaliandra sebagai alternatif untuk menggantikan batu bara menjadi salah satu solusi yang diusulkan dalam transisi energi bersih.
  • Tanaman ini ditanam di lahan kosong dan dapat dipanen setiap enam bulan sekali, di mana hasil panennya berupa kayu yang diolah menjadi wood chips untuk pembakaran.
  • Nusantara Power merupakan salah satu pionir dalam menggunakan tanaman-tanaman ini, berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan pada batu bara.

Potensi Energi Bersih di Indonesia

  • Lokasi di Kompleks Green Energy Cirata menunjukkan keindahan alam yang luar biasa sambil menunjukkan potensi besar untuk penerapan energi bersih di Indonesia.
  • Penanaman tanaman yang ramah lingkungan dan pengolahan energi di daerah ini terlihat nyata, berbeda dengan rencana Ibu Kota Negara yang masih dalam tahap perencanaan.

Diharapkan agar dukungan terhadap energi bersih di Indonesia terus meningkat, menciptakan lingkungan yang lebih sehat baik untuk manusia maupun alam. (fir)