Selama beberapa dekade, Jepang berdiri sebagai raksasa industri otomotif yang dominan.
Jepang telah berhasil mendominasi industri otomotif global dengan merek-merek seperti Nissan, Honda, dan Toyota yang dikenal akan teknologi dan kualitasnya yang unggul.
Keberhasilan ini menjadikan mobil-mobil Jepang simbol keunggulan teknologi yang mendominasi pasar, terutama di Asia dan Amerika.
Kebangkitan Pasca Perang Dunia II
- Jepang yang tengah berada dalam kehancuran yang tragis berhasil bangkit dari puing-puing kehancuran dengan semangat inovasi yang tidak tertandingi.
- Setelah Perang Dunia II, Jepang mengalami kehancuran tetapi berhasil bangkit kembali melalui kebijakan ekonomi yang dikenal sebagai doktrin Yosida.
- Kebijakan ini memfokuskan pada pembangunan industri dan perdagangan, sementara urusan militer diserahkan kepada Amerika Serikat.
- Investasi besar-besaran dilakukan dalam pendidikan, khususnya di bidang sains dan teknologi, menghasilkan tenaga kerja yang terampil dan inovatif.
Inovasi dan Pertumbuhan di Industri Otomotif
- Produsen mobil Jepang berhasil memperkenalkan kendaraan hemat bahan bakar yang segera memenuhi kebutuhan konsumen.
- Jepang mulai memperkenalkan mobil hemat bahan bakar pada tahun 1960-an dan 1970-an, menanggapi kebutuhan konsumen global yang haus akan mobilitas terjangkau.
- Toyota, yang awalnya didirikan untuk memproduksi truk, beralih ke produksi mobil penumpang dan memperkenalkan sistem produksi yang efisien.
- Pada tahun 1980-an, Jepang menjadi produsen mobil terbesar di dunia, menyalip Amerika Serikat dalam hal volume produksi dan ekspor.
Dominasi di Pasar Global dan Komitmen Terhadap Inovasi
- Jepang terus membuktikan keunggulan produk mereka serta ekosistem yang telah terbangun dengan sangat mapan.
- Pada tahun 2022, Jepang memproduksi lebih dari 9 juta kendaraan dan tetap menjadi salah satu dari tiga produsen terbesar di dunia.
- Industri otomotif Jepang menyumbang lebih dari 18% total ekspor Jepang dengan nilai lebih dari 100 miliar dolar per tahunnya.
Tantangan dari Cina dan Peralihan Pasar Otomotif
- Cina, yang sebelumnya dalam tahap awal, kini cepat berkembang menjadi pemain utama di industri otomotif.
- Cina mempersiapkan diri untuk merebut dominasi Jepang dengan mengubah industri otomotif mereka dan mendapatkan dukungan dari pemerintah.
- Pada tahun 2009, Cina menjadi pasar mobil terbesar di dunia, dan pada tahun 2020, mereka berhasil mengekspor lebih banyak kendaraan dibandingkan Jepang, menandai pergeseran kekuatan dalam industri otomotif global.
Rekor Penjualan Mobil Cina dan Masuknya ke Pasar Jepang
- Mereka telah memecahkan rekor penjualan terbaru sepanjang tahun 2023 dengan penjualan kumulatif sebanyak 3.24.417 unit atau naik 61,9% dibandingkan tahun sebelumnya.
- Produsen mobil Cina telah mencatat rekor penjualan yang signifikan pada tahun 2023, dengan total penjualan mencapai 3.24.417 unit. Ini menunjukkan peningkatan 61,9% dibandingkan tahun sebelumnya, menggambarkan pertumbuhan pesat industri otomotif mereka.
Kebangkitan Produsen Mobil Cina di Jepang
- Menariknya, produsen mobil Cina seperti BYD mulai memasuki pasar Jepang pada semester pertama tahun 2024 dengan berhasil menjual 1.084 unit mobil.
- Produsen mobil Cina, khususnya BYD, menunjukkan kemajuan dengan memasuki pasar Jepang.
- Pada semester pertama tahun 2024, mereka telah berhasil menjual 1.084 unit mobil, menandakan sebuah terobosan dalam usaha mereka untuk mendapatkan pangsa pasar di negara yang telah lama mendominasi industri otomotif.
Balas Dendam Sejarah dan Dominasi Jepang
- Peningkatan ini bukan sekadar cerita bisnis, melainkan sebuah balas dendam historis terhadap dominasi Jepang.
- Peningkatan penjualan mobil Cina merupakan simbol kebangkitan sosiokultural yang lebih dalam, di mana sejarah Perang Dunia I antara Cina dan Jepang melatarbelakangi konteks ini.
- Aksi ini bisa dilihat sebagai langkah balas dendam terhadap dominasi Jepang yang pernah menundukkan Cina.
Kesulitan yang Dihadapi oleh Toyota
- Toyota, yang menjadi simbol kejayaan otomotif Jepang, mengakui bahwa mereka tertinggal dalam pengembangan mobil listrik.
- Toyota, sebagai pemimpin industri otomotif Jepang, mulai mengakui posisi mereka yang kurang kuat dalam pengembangan mobil listrik.
- CEO Toyota pernah menyatakan bahwa transisi ke kendaraan listrik penuh dianggap terlalu cepat, dan pandangan ini kini menjadi bumerang bagi mereka saat pasar mobil listrik berkembang pesat.
Momentum Beralih ke Cina
Meski Jepang telah mencoba membalas, momentum kini telah berpindah ke tangan Cina, sehingga balas dendam Cina telah terpenuhi.
Meskipun Jepang berusaha meningkatkan investasi dalam mobil listrik dan mengembangkan baterai solid-state sebagai inovasi baru, mereka gagal menghentikan pergeseran momentum ke arah produsen mobil Cina.
Sekarang, Cina telah berhasil mengukuhkan posisinya dalam persaingan industri otomotif global. (fir)