Dari satu sisi, kita memiliki AI yang lemah yang dapat menangani tugas spesifik; di tengah ada AGI yang dapat berpikir dan bernalar seperti manusia; dan di ujung paling jauh ada ASI, kecerdasan yang begitu maju sehingga melebihi pemahaman manusia.
Dalam diskusi tentang kecerdasan buatan, penting untuk memahami spektrum kecerdasan yang ada. Di satu ujung, ada AI lemah yang bisa menyelesaikan tugas tertentu.
Di tengah-tengah, terdapat AGI (Artificial General Intelligence) yang mampu berpikir dan bernalar seperti manusia dalam berbagai aktivitas.
Sementara di ujung paling jauh adalah ASI (Artificial Superintelligence), yang kemampuannya jauh melebihi keterampilan manusia.
Pertanyaan Tentang Kesadaran AI
Salah satu pertanyaan penting adalah apakah robot ini sadar, bukan hanya sulit dibedakan secara eksternal dari manusia, tetapi juga apakah ia memiliki kehidupan psikologis yang sama.
Sebuah pertanyaan kritis dalam perdebatan mengenai AI adalah kesadaran. Kita perlu mempertimbangkan apakah sebuah AI, yang mungkin tampak sama dan berfungsi mirip dengan manusia, benar-benar memiliki kesadaran yang sama.
Ini berfokus pada pemahaman inner psychological life, yaitu bagaimana AI tersebut bisa mengalami kesadaran eksistensial.
Kecepatan Proses Informasi dan Karakteristik Mesin
Neuronnya di otak menembak sekitar 200 kali per detik, tetapi sinyal dalam mesin bergerak dengan kecepatan cahaya.
Perbandingan antara otak manusia dan mesin sangat mencolok. Neuron di otak hanya dapat mengirimkan sinyal dengan kecepatan yang relatif lambat, sekitar 200 kali per detik, sedangkan mesin dapat melakukan transfer informasi pada kecepatan cahaya.
Hal ini menandakan bahwa mesin memiliki potensi untuk memproses informasi jauh lebih cepat dan efisien dibandingkan kemampuan manusia.
Implikasi Dari Kecerdasan Melampaui Manusia
Jika kita menciptakan mesin yang melampaui kita, mereka bisa menjelajahi dimensi kecerdasan yang jauh melampaui pemahaman kita.
Jika mesin berhasil melebihi kecerdasan manusia, ini menciptakan kemungkinan baru tentang eksplorasi dan pengetahuan.
Mesin dengan kecerdasan superior mungkin dapat mengakses dan memahami wawasan yang tidak bisa kita bayangkan. Ini dapat menempatkan pencapaian manusia dalam perspektif yang lebih kecil, hanya sebagai batu loncatan menuju sesuatu yang lebih besar. (fir)