Banyak orang cenderung memperhatikan dan terpengaruh oleh berita negatif daripada berita positif. Fenomena ini dikenal sebagai negativity bias, yang membuat kita lebih mudah teringat akan hal-hal buruk yang kita baca atau lihat.

Misalnya, ketika dihadapkan dengan dua berita, biasanya berita yang mengandung kabar buruk akan lebih menarik perhatian kita. Kebanyakan lebih menyukai hal buruk ketimbang hal positif.

Judul berita, seperti yang menggambarkan situasi menyedihkan atau menegangkan, cenderung lebih mengundang emosi dan menjadi lebih diingat oleh pembaca.

Contoh perbedaan ini terlihat pada narasi berita yang menunjukkan pertolongan kepada seorang pendaki gunung yang selamat versus berita yang menjelaskan bahwa dia sempat mati suri sebelum diselamatkan.

Judul yang lebih dramatis mudah diingat dan lebih emosional, yang mengarah pada dampak yang lebih besar pada pembaca.

Dampak Negatif dari Konsumsi Berita Buruk
Doom scrolling adalah kebiasaan mencari informasi negatif meski dampaknya memicu emosi negatif.

Kebiasaan mencari berita buruk ini dikenal sebagai doom scrolling. Konsumsi berita yang terlalu banyak, terutama yang bersifat negatif, dapat memicu berbagai emosi negatif seperti ketakutan dan kecemasan.

Ketika seseorang terlalu sering mengkonsumsi berita seperti itu, mereka bisa merasa pesimis terhadap kehidupan dan situasi di sekitar mereka.

Misalnya, individu yang banyak terpapar berita kecelakaan pesawat dapat menjadi paranoid dan takut untuk terbang meskipun data statistik menunjukkan bahwa penerbangan adalah moda transportasi yang aman.

Separuh buruknya, paparan berita negatif ini bisa menutup pandangan seseorang terhadap pengalaman positif, membuat mereka enggan menjelajahi peluang yang bisa menguntungkan dalam hidup.

Mengelola Konsumsi Informasi
Berita buruk tidak sepenuhnya tidak berguna, bisa juga membangun sifat kritis dan awareness.

Meskipun berita buruk memiliki potensi dampak negatif, dan juga dapat berfungsi untuk meningkatkan kesadaran dan sifat kritis seseorang terhadap lingkungan sekitar. Keseimbangan dalam mengkonsumsi berita adalah kunci untuk menjaga kesehatan mental.

Untuk menghindari efek negatif dari berita buruk, penting bagi kita untuk mencari dan membaca berita baik yang dapat menginspirasi dan memberikan motivasi.

Selain itu, harus diingat bahwa banyak berita positif juga terjadi di sekitar kita yang mungkin tidak dilaporkan oleh media.

Fokus tidak hanya pada berita buruk tetapi juga pada hal-hal baik bisa membantu menyeimbangkan pandangan kita terhadap dunia.

Mengelola informasi dapat dilakukan dengan mencari berita baik yang menginspirasi, menjaga keseimbangan dalam konsumsi berita, dan berusaha tetap kritis terhadap berita yang kita baca, termasuk menyadari bahwa banyak berita positif juga terjadi di sekitar kita. (fir)