Tak salah keputusan Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno yang menetapkan Friedrich Silaban sebagai arsitek Masjid Istiqlal di Jakarta.

Walaupun Silaban seorang Kristen Protestan, namun dia berhasil memenangkan sayembara desain Masjid Istiqlal yang diadakan oleh pemerintah Orde Lama.

Presiden Soekarno memilih Friedrich Silaban sebagai arsitek Masjid Istiqlal menjadi simbol kuat tentang toleransi beragama di Indonesia. Dengan desain Masjid Istiqlal yang memiliki makna filosofis mendalam, seperti jumlah kubah sebanyak 99 yang melambangkan Asmaul Husna (99 nama Allah).

Awal Berdirinya Masjid Istiqlal, salah satu masjid terbesar di Asia Tenggara, punya sejarah panjang dan menarik. Ide pembangunannya muncul sejak masa awal kemerdekaan Indonesia.

Para pendiri bangsa, termasuk Presiden Soekarno, memiliki visi untuk membangun sebuah masjid yang megah sebagai simbol keislaman Indonesia dan pusat kegiatan umat Islam.

Presiden Soekarno sendiri yang melakukan peletakan batu pertama sebagai dimulainya pembangunan masjid Istiqlal pada tahun 1961.

Lokasi Masjid Istiqlal yang berdampingan dengan Gereja Katedral Jakarta menjadi simbol kuat tentang toleransi antarumat beragama di Indonesia.
Proses Pembangunan Masjid Istiqlal ini memakan waktu cukup lama, sekitar 17 tahun.

Pada pemerintahan Orde Baru, tahun 1978 masjid ini selesai dibangun dan diresmikan penggunaannya oleh Presiden Soeharto.

Dalam perjalanan waktu, masjid kebanggan muslim Indonesia telah mengalami berbagai renovasi. Semua ini dilakukan untuk memanjakan umat Islam Indonesia khususnya yang bermukim di Kota Jakarta saat melaksankan ibadah sholat lima waktu maupun kegiatan agama islam lainnya.

Pada tahun 2020, Presiden ke 7 Indonesia Joko Widodo memiliki ide untuk membangun Terowongan Silaturahmi. Terowongan ini akan menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral.

Jokowi membangun Terowongan Silaturahmi ini bukan hanya sebagai terowongan biasa, namun menjadi simbol toleransi antarumat beragama di Indonesia.

Sebuah terowongan bawah tanah ini bukan saja telah menghubungkan Masjid Istiqlal sebagi masjid terbesar di Asia Tenggara dengan Gereja Katedral, salah satu gereja Katolik terbesar di Indonesia.

Namun dibuatnya terowongan ini merupakan inisiatif yang sangat penting sebagai simbol nyata dari toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Untuk mengingat salah satu karya Presiden ke 7 Indonesia Jokowi ini adalah, munculnya
Ide Joko Widodo saat melakukan peninjauan renovasi Masjid Istiqlal pada tahun 2020. Beliau melihat potensi besar untuk menghubungkan kedua tempat ibadah yang ikonik ini sebagai komitmen dan pernyataan kuat tentang persatuan dan toleransi antar agama di Indonesia.

Pembangunan terowongan ini dimulai pada awal tahun 2021 yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Tujuan utama dari pembangunan Terowongan Silaturahmi adalah:

  • Memperkuat Toleransi: Mengukuhkan nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
  • Memudahkan Akses: Memudahkan akses bagi umat beragama untuk mengunjungi kedua tempat ibadah tersebut.
  • Menjadi Simbol Persatuan: Menjadi simbol persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Karakteristik Terowongan Silaturahmi ini memiliki desain yang modern dan fungsional, dilengkapi dengan fasilitas yang memadai. Beberapa karakteristik penting dari terowongan ini antara lain:

  • Panjang: Sekitar 28 meter.
  • Lebar: Cukup luas untuk mengakomodasi lalu lintas pejalan kaki.
  • Dinding dan Lantai: Dinding dan lantai terowongan didesain dengan estetika yang menarik dan nyaman.
  • Pencahayaan: Pencahayaan yang baik memberikan suasana yang tenang dan kondusif.

Pembangunan Terowongan Silaturahmi telah memberikan dampak positif yang signifikan, antara lain:

  • Meningkatkan Toleransi: Terowongan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk hidup berdampingan secara damai.
  • Mendorong Dialog Antaragama: Terowongan ini menjadi tempat yang strategis untuk melakukan dialog antaragama dan mempererat tali silaturahmi.
  • Menarik Minat Wisatawan: Terowongan Silaturahmi menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin melihat langsung simbol toleransi di Indonesia.

Terowongan Silaturahmi adalah terowongan monumental yang menunjukkan komitmen Indonesia dalam membangun kerukunan umat beragama.

Terowongan ini tidak hanya menjadi penghubung fisik antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, tetapi juga menjadi jembatan bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk hidup dalam persatuan dan kedamaian. (win)