Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi menunjuk Patrick Kluivert sebagai pelatih baru tim nasional Indonesia. Pelatih asal Belanda itu dikontrak selama dua tahun, dari 2025 hingga 2027, dengan opsi perpanjangan kontrak jika menunjukkan hasil memuaskan.
Untuk mendukung tugasnya, Kluivert akan bekerja bersama tim pelatih yang solid. Ia membawa Alex Pastoor dan Denny Landzaat, dua asisten pelatih dari Belanda, serta dua pelatih lokal Indonesia.
Menurut data dari Transfermarkt, Alex Pastoor adalah mantan pemain FC Volendam pada periode 1989–1995. Sebagai pelatih, ia berhasil membawa Almere City promosi ke Eredivisie, liga tertinggi di Belanda, pada musim 2023/2024. Sementara itu, Denny Landzaat, yang memiliki darah Maluku dari sang ibu, adalah mantan pemain timnas Belanda pada 2001–2008.
Debut Kluivert dijadwalkan pada dua laga besar: melawan Australia di Sydney Football Stadium pada 20 Maret 2025 dan menghadapi Bahrain di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta pada 25 Maret.
Pertanyaannya, apakah GBK akan tetap bergema dengan dukungan penuh, seperti saat di bawah asuhan Shin Tae-yong?
Warisan dan Kontroversi Shin Tae-yong
Pemecatan Shin Tae-yong oleh PSSI meninggalkan tanda tanya besar. Shin, yang membawa timnas Indonesia melaju ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan meningkatkan peringkat FIFA dari 173 ke 127, harus hengkang di tengah jalan.
Putra Shin, Shin Jae-won, mengungkapkan kekecewaannya lewat komentar di akun Instagram resmi Timnas Indonesia.
“Mari kita lihat bagaimana kalian melangkah lebih jauh dari dia. Dia telah memberikan segalanya untuk menempatkan Indonesia pada tahap ini.”
Banyak yang ingin aku katakan tentang bagaimana PSSI memperlakukan ayahku selama 5 tahun ini, tapi aku akan tetap diam.”
Ungkapan ini menggambarkan rasa kecewa mendalam dari keluarga Shin, yang tampaknya juga dirasakan oleh jutaan pendukung Timnas Indonesia.
Harapan Yang Terputus
Kabar pemecatan ini menjadi pukulan berat, terlebih setelah Shin Tae-yong menyampaikan harapan besar di awal tahun 2025. Dalam unggahan di media sosial, ia menuliskan:
“Selamat tahun baru semuanya. Semoga semuanya bisa menjaga kesehatan, lebih bahagia, dan sukses di tahun 2025. Mohon dukungan penuh agar Indonesia lolos ke Piala Dunia.”
Anaknya, Shin Jae-won, bahkan sempat berjanji akan membeli tiket Piala Dunia dan menghadiahkannya kepada para penggemar sepak bola Indonesia.
Namun, lima hari setelah harapan itu, PSSI mengambil keputusan mengejutkan. Shin Tae-yong harus meninggalkan kursi kepelatihan.
Keputusan ini tidak hanya melukai keluarganya, tetapi juga mengundang kekecewaan dari para pencinta sepak bola Tanah Air.
Tantangan Baru
Kini, tugas berat menanti Patrick Kluivert. Selain membawa timnas berprestasi, ia harus menghadapi ekspektasi tinggi dari masyarakat yang telah terbiasa dengan kepemimpinan dan hasil gemilang Shin Tae-yong.
Pertanyaannya, apakah Kluivert mampu menjaga atmosfer GBK tetap bergema dan membawa timnas Indonesia ke level yang lebih tinggi? Jawabannya akan mulai terungkap pada laga debutnya Maret mendatang.
Di sisi lain, tentunya tidak mungkin seorang Erick Thohir sebagai Ketua PSSI, yang juga mempunyai pengalaman sebagai sosok yang pernah memiliki klub bola seperti Inter Milan dan D.C United mengambil langkah kontroversi tanpa perhitungan matang.(win)