Buku karya Kevin Behan mengeksplorasi hubungan emosional yang mendalam antara manusia dan anjing, dengan mengusulkan bahwa anjing bertindak sebagai cermin bagi emosi pemiliknya, yang sering kali mencerminkan perasaan yang mungkin tidak kita sadari.

Behan, seorang pelatih anjing dengan pengalaman puluhan tahun, mendalami gagasan bahwa perilaku dan respons emosional anjing sangat terkait dengan keadaan internal sahabat manusianya.

Berikut adalah 10 pelajaran dari buku tersebut:

1. Anjing Merefleksikan Emosi Manusia
Behan berpendapat bahwa anjing secara naluriah menyesuaikan diri dengan emosi pemiliknya dan sering kali mencerminkan perasaan ini melalui perilakunya.

Ketika kita mengalami stres, kecemasan, atau kegembiraan, anjing kita merasakannya dan mungkin bertindak sesuai dengan itu, menunjukkan perubahan perilaku yang mencerminkan emosi kita sendiri.

2. Konsep “Proyeksi Emosional
Buku ini memperkenalkan gagasan bahwa anjing merespons emosi yang kita proyeksikan daripada sekadar mengikuti pelatihan atau isyarat.

Behan berpendapat bahwa anjing merasa terdorong untuk bereaksi terhadap emosi yang mungkin kita proyeksikan secara tidak sadar, yang memengaruhi perilaku mereka dengan cara yang tidak terduga.

3. Ikatan di Luar Pelatihan
Tidak seperti pelatihan anjing tradisional, yang menekankan kepatuhan, Behan menekankan pemahaman dinamika emosional antara anjing dan pemiliknya.

Ia percaya bahwa masalah perilaku sering kali berakar pada keterputusan emosional, bukan sekadar kurangnya disiplin atau pelatihan.

4. Mengenali Pengaruh Anda pada Anjing Anda
Menurut Behan, kesadaran diri sangat penting bagi pemilik anjing. Dengan mengenali dan memahami keadaan emosional kita sendiri, kita dapat memperoleh wawasan tentang mengapa anjing kita bertindak dengan cara tertentu dan mengatasi masalah perilaku pada akarnya.

5. Anjing sebagai Penyembuh
Buku ini menyoroti bahwa anjing sering kali memiliki efek menenangkan dan terapeutik pada pemiliknya.

Behan berpendapat bahwa kemampuan ini berasal dari kapasitas mereka untuk menyerap dan mencerminkan emosi, yang sering kali membantu orang mengatasi stres atau perasaan yang belum terselesaikan.

6. Memahami Perilaku sebagai Komunikasi
Behan menganjurkan untuk melihat tindakan anjing bukan sebagai perilaku “baik” atau “buruk”, tetapi sebagai bentuk komunikasi emosional.

Alih-alih sekadar mengoreksi perilaku, ia menyarankan untuk menafsirkan apa yang mungkin diungkapkan perilaku tersebut tentang keadaan emosional anjing atau perasaan pemiliknya.

7. Merangkul Kerentanan dan Koneksi
Anjing mendorong pemiliknya untuk mengakses emosi yang rentan dan membina koneksi yang autentik.

Behan menjelaskan bahwa dengan bersikap terbuka terhadap kejujuran emosional, pemilik dapat memperdalam ikatan mereka dengan anjing mereka dan melihat peningkatan dalam hubungan tersebut.

8. Energi Emosional Bersama

Buku ini menggambarkan gagasan tentang “energi emosional” yang dimiliki anjing dan manusia.

Transfer energi ini memungkinkan anjing untuk menangkap isyarat halus dan merespons dengan cara yang secara mengejutkan intuitif, bahkan melampaui apa yang dapat dikenali secara sadar oleh manusia.

9. Mengevaluasi Ulang Disiplin Tradisional
Daripada hanya mengandalkan disiplin, Behan menyarankan agar pemilik anjing mengambil pendekatan yang lebih penuh kasih sayang, menangani emosi yang mendasari yang dapat memengaruhi perilaku, yang mengarah pada hubungan yang lebih harmonis dengan anjing mereka.

10. Anjing sebagai Pemandu Emosional
Behan mengusulkan agar anjing membimbing kita melalui perjalanan emosional kita sendiri, mengajari kita empati, kesabaran, dan refleksi diri.

Dengan memahami respons mereka, pemilik dapat belajar lebih banyak tentang kebutuhan, ketakutan, dan lanskap emosional mereka sendiri. (fir)