Perpecahan di PKB dan Kekuatan Gus Dur
Perpecahan di PKB semakin nyata ketika partai itu terbelah menjadi dua kubu.

Setelah Gus Dur pergi ke Amerika Serikat, perpecahan di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memanas, dengan dua kubu terbentuk: kubu Gus Dur yang didominasi oleh PKB Kuningan dan kubu Matori Abdul Jalil yang mendominasi PKB Batu Tulis.

Masing-masing kubu saling berebut pengaruh dan dukungan, mengklaim sebagai representasi yang sah dari PKB. Hal ini terjadi di tengah dukungan yang masih solid terhadap Gus Dur, meski konflik internal semakin menguat.

Kondisi ini berimbas pada kekuatan politik PKB, yang justru melemah akibat terjadi perpecahan dalam tubuh partai yang memiliki basis masa kuat dari Nahdlatul Ulama.

Perjuangan dan Kesehatan Gus Dur
Gangguan penglihatan tidak pernah meredupkan semangat juang Gus Dur untuk memperbaiki bangsa.

Meski Gus Dur menghadapi berbagai tantangan kesehatan, termasuk penyakit dan kecelakaan yang mengakibatkan kerugian penglihatan, semangat juangnya untuk mempromosikan perbaikan bangsa Indonesia tidak pernah surut.

Pada akhir Desember 2009, kesehatan Gus Dur mulai memburuk, dan dia menjalani perawatan rutin cuci darah. Meski kondisi fisiknya lemah, ini tidak menghentikan keinginannya untuk terus berkarya dan berjuang.

Bahkan, meskipun dirawat di rumah sakit mendekati akhir hayatnya, Gus Dur tetap menunjukkan dorongan untuk mengunjungi tempat-tempat yang memiliki makna penting, seperti Rembang dan Jombang.

Akhir Kehidupan dan Penghargaan untuk Gus Dur
Meskipun Gus Dur telah meninggal, ia banyak menerima penghargaan Lifetime Achievement di dunia internasional.

Gus Dur menghembuskan napas terakhirnya pada 30 Desember 2009 akibat komplikasi penyakit. Pemakaman kenegaraan diadakan pada tanggal 31 Desember, dan bendera dikibarkan setengah tiang sebagai tanda penghormatan.

Gus Dur adalah Bapak Bangsa yang selalu dikenang oleh seluruh rakyat Indonesia.

Gus Dur dimakamkan di samping keluarga terdekatnya di Jombang pada 21 Juli 2010. Meskipun telah tiada, ia tetap dianugerahi penghargaan lifetime achievement dalam Liputan 6 Awards 2010, yang diterima oleh istrinya, Sinta Nuriah, sebagai pengakuan atas kontribusi besar dan dedikasinya selama hidup. Gus Dur adalah Bapak Bangsa yang selalu dikenang oleh seluruh rakyat Indonesia. (fir)