Dr. Karlina Supelli adalah sosok yang langka di Indonesia. Sebagai perempuan pertama yang menekuni astronomi di tanah air, ia juga dikenal sebagai filsuf dan intelektual yang mendalam.

Kombinasi keilmuan astronomi, filsafat, dan aktivisme sosial yang diusungnya menjadikan Dr. Karlina bukan hanya akademisi, tetapi juga seorang inspirasi bagi generasi muda.

Langkah Berani di Dunia Astronomi
Pada era 1980-an, ketika astronomi masih menjadi bidang yang didominasi laki-laki, Karlina Supelli memilih jalan yang jarang dilalui.

Ia menempuh pendidikan sarjana astronomi di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan menjadi salah satu perempuan pertama yang terjun ke bidang ini. Keputusannya ini adalah bentuk keberanian yang menginspirasi, membuka jalan bagi perempuan Indonesia lainnya untuk mengejar mimpi di dunia sains.

Berpaling ke Filsafat
Meski awalnya mendalami astronomi, Karlina kemudian tertarik untuk mengeksplorasi pertanyaan yang lebih mendalam tentang makna hidup dan eksistensi manusia.

Ia melanjutkan studi filsafat di Universitas Indonesia, hingga akhirnya meraih gelar doktor di bidang ini. Baginya, filsafat adalah cara untuk menjembatani ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Di bidang filsafat, Karlina banyak menulis dan berbicara tentang hubungan manusia dengan alam semesta, tanggung jawab etis di era modern, serta bagaimana manusia bisa menjaga nilai-nilai kemanusiaan di tengah kemajuan teknologi dan perubahan lingkungan.

Akademisi dan Inspirasi
Sebagai dosen di berbagai universitas terkemuka, termasuk Universitas Indonesia dan Universitas Paramadina, Karlina Supelli dikenal sebagai pengajar yang inspiratif.

Ia selalu mendorong mahasiswanya untuk berpikir kritis, menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kehidupan, dan melihat tantangan global dari perspektif yang luas.

Aktivisme Sosial dan Lingkungan
Tidak hanya berkutat di dunia akademik, Karlina juga aktif dalam berbagai gerakan sosial. Pada masa reformasi, ia turut berperan dalam upaya memperjuangkan demokrasi dan hak asasi manusia di Indonesia.

Selain itu, ia dikenal sebagai aktivis lingkungan, kerap mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem bumi dan kesadaran ekologis.

Karya yang Mencerahkan
Dr. Karlina Supelli adalah penulis prolifik. Salah satu karyanya yang terkenal adalah “Terbuka untuk Semua: Keilmuan, Agama, dan Humanitas”, sebuah buku yang mengeksplorasi hubungan antara sains, agama, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Tulisan-tulisannya, baik di media maupun jurnal akademik, selalu menawarkan wawasan baru yang menyentuh pembaca dengan bahasanya yang lugas namun reflektif.

Perjalanan Hidup yang Menginspirasi
Di balik pencapaiannya, Karlina Supelli juga sering berbagi pengalaman tentang tantangan yang ia hadapi sebagai perempuan di dunia akademik.

Prosesnya dalam mendamaikan keilmuan, spiritualitas, dan kehidupan pribadi menjadi refleksi mendalam yang relevan bagi siapa saja.

Pengakuan dan Penghargaan
Atas kontribusinya yang luar biasa, Dr. Karlina Supelli telah menerima berbagai penghargaan, baik nasional maupun internasional.

Ia diakui sebagai salah satu intelektual yang membawa perubahan positif melalui ilmu pengetahuan, filsafat, dan aktivisme.

Ikon Perempuan Indonesia
Dr. Karlina Supelli adalah bukti bahwa ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kemanusiaan dapat berjalan beriringan. Dengan keberanian, pemikiran mendalam, dan dedikasi yang tak tergoyahkan, ia menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia untuk berani bermimpi, mendobrak batasan, dan berkontribusi dalam membangun dunia yang lebih baik.

Ia adalah anak dari pasangan Supelli (Sunda) dan Margaretha (berkebangsaan Belanda). Ia pernah menikah dengan Ninok Leksono Demawan (mantan Pemred Kompas Cyber Media).

Karlina L. Supelli adalah dosen tetap pada Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara. Sesudah lulus dari Departemen Astronomi, Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung (ITB), dia bekerja sebagai kepala seksi observasi di Planetarium dan Observatorium Jakarta, kemudian sebagai peneliti dan kepala kelompok Ilmu Pengetahuan Alam di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Gelar Master of Science (MSc) di bidang Space Science diraih dari University College of London (UCL), Inggris. Dia juga mendapat postgraduate fellowship untuk riset tentang obyek-obyek Alam Semesta Dini di Mullard Space Science Laboratory (Inggris), European Space Agency (Belanda), serta Anglo-Australian Observatory (Australia).

Karlina bukan hanya pelopor astronomi atau filsuf cemerlang, ia adalah simbol bagaimana pengetahuan bisa menjadi alat untuk mengubah dunia. (fir)

Pendidikan

  • SMP Yuwati Bhakti, Sukabumi, Jawa Barat (1973)
  • SMA XI Jakarta, kemudian pindah ke SMA II Bandung, Jawa Barat (1976)
  • Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Jurusan Astronomi Institut Teknologi Bandung (1981)
  • University College of London, Inggris, dalam bidang space science (MSc, 1989)
  • University College of London, Inggris, Program Doktor
  • Studi Filsafat Program Pascasarjana Universitas Indonesia (S2, 1992)
  • Ilmu Filsafat Universitas Indonesia (S3, 1997)

Karier

  • Sekarang: Pengajar tetap di Sekolah Tigggi Filsafat Driyarkara, Jakarta
  • Asisten dosen luar biasa di Jurusan Astronomi Institut Teknologi Bandung (1979)
  • Kepala Seksi Observasi Planetarium Jakarta (1982-1985)
  • Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (1986)
  • Kepala Kelompok Ilmu Pengetahuan Alam di Direktorat Pengkajian dan Penerapan Ilmu Dasar, BPPT, ketika mendapat tugas belajar di Inggris (1987-1988)
  • Pengajar luar biasa pada Program Studi Filsafat, Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia
  • Pengajar luar biasa pada Program Studi Lingkungan untuk mata kuliah filsafat lingkungan, Program Pascasarjana Universitas Indonesia
  • Pengajar tidak tetap filsafat ilmu dan metodologi di berbagai Fakultas Filsafat