Apakah Anda pernah berpikir bagaimana negara-negara besar bisa begitu berkuasa atas ekonomi dunia?

Buku Confessions of an Economic Hit Man karya John Perkins memberikan gambaran mengejutkan tentang praktik-praktik tersembunyi yang mengendalikan ekonomi global.

Buku ini membuka mata kita tentang peran seorang “Economic Hit Man” (EHM) dalam menciptakan ketergantungan ekonomi yang menguntungkan negara-negara maju dan korporasi besar.

Siapa Economic Hit Man?
Bayangkan seorang negosiator licik yang tugasnya bukan sekadar berbisnis, tetapi menjebak negara berkembang dalam utang besar. Itulah pekerjaan Perkins saat menjadi seorang EHM.

Dengan janji pembangunan infrastruktur besar-besaran, seperti jalan raya, pembangkit listrik, dan pelabuhan, negara-negara berkembang dibujuk untuk menerima pinjaman dari lembaga internasional seperti Bank Dunia.

Namun, ini bukan bantuan murni. Pinjaman besar tersebut sering kali menguntungkan perusahaan multinasional yang mengerjakan proyeknya, sementara negara peminjam terjebak dalam utang yang tak bisa dilunasi.

Ketika tak mampu membayar, negara-negara ini dipaksa menyerahkan sumber daya alam mereka, meliberalisasi pasar mereka, atau bahkan mendukung kebijakan politik tertentu yang menguntungkan negara pemberi pinjaman.

Bagaimana Manipulasi Terjadi?
Menurut Perkins, para EHM menggunakan berbagai trik untuk memastikan negara-negara berkembang “jatuh ke dalam perangkap.” Beberapa di antaranya:

  1. Proyeksi Ekonomi Palsu
    Mereka melebih-lebihkan keuntungan ekonomi dari proyek infrastruktur, membuat para pemimpin percaya bahwa proyek tersebut akan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
  2. Korupsi Pemimpin Lokal
    Para pemimpin negara sering ditawari insentif pribadi, seperti uang tunai atau kemewahan, untuk menyetujui proyek yang sebenarnya merugikan rakyat mereka.
  3. Utang Sebagai Senjata
    Ketika negara peminjam tidak bisa melunasi utangnya, negara donor memanfaatkan situasi ini untuk meminta konsesi politik dan ekonomi, seperti penguasaan tambang atau minyak.

Dampak yang Menghancurkan
Praktik ini meninggalkan negara-negara berkembang dalam lingkaran setan utang dan kemiskinan. Proyek-proyek besar itu sering kali gagal membawa manfaat bagi masyarakat setempat, sementara utang menumpuk.

Akibatnya, banyak negara terjebak dalam situasi di mana mereka kehilangan kendali atas sumber daya alam mereka sendiri, bahkan kedaulatan politiknya.

Pelajaran Uuntuk Kita Semua
Buku ini tidak hanya mengungkap manipulasi di balik layar, tetapi juga mengajak pembaca merenungkan etika ekonomi global. Perkins menyebut sistem ini sebagai korporatokrasi, di mana kekuasaan terpusat di tangan korporasi besar yang mengendalikan politik, ekonomi, dan masyarakat.

Dengan gaya bercerita yang mendalam dan penuh keberanian, Perkins berhasil membuka diskusi tentang bagaimana kebijakan ekonomi global sering kali dibuat bukan untuk membantu, tetapi untuk memperkuat kekuasaan negara-negara maju.

Mengapa Buku Ini Layak Untuk Dibaca?
Di era globalisasi, buku ini relevan untuk memahami bagaimana hubungan antara utang, korporasi, dan kekuasaan memengaruhi kehidupan sehari-hari kita.

Confessions of an Economic Hit Man tidak hanya menjadi cermin atas ketidakadilan ekonomi dunia, tetapi juga panggilan bagi kita untuk lebih kritis terhadap sistem yang ada.

Bagi Anda yang ingin memahami dunia di luar apa yang terlihat di permukaan, buku ini adalah bacaan yang wajib. Tidak hanya menggugah, tetapi juga membuka wawasan tentang bagaimana ekonomi global benar-benar bekerja. (fir)