Prediksi langkah politik dan ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto pada tahun-tahun awal pemerintahannya (2024–2029) bergantung pada visi, janji kampanye, dan dinamika politik serta ekonomi global.

Berikut adalah beberapa langkah yang diperkirakan menjadi fokus utama pemerintahan Prabowo:

LANGKAH POLITIK

1. Peningkatan Pertahanan dan Keamanan
Prabowo, dengan latar belakang militer, diperkirakan akan memprioritaskan sektor pembangunan pertahanan nasional, seperti:

  • Modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).
  • Penguatan perbatasan, terutama di wilayah-wilayah strategis seperti Laut Natuna Utara.
  • Peningkatan anggaran pertahanan dan penguatan kerja sama militer dengan negara sahabat, terutama melalui aliansi di kawasan Indo-Pasifik.

2. Kebijakan Luar Negeri yang Seimbang
Indonesia di bawah Prabowo diperkirakan akan tetap mempertahankan prinsip politik luar negeri bebas aktif dengan:

  • Menjalin hubungan baik dengan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia.
  • Memperkuat peran di ASEAN dan organisasi internasional lainnya untuk menyelesaikan isu-isu regional, seperti konflik Laut China Selatan dan krisis Myanmar.
  • Memanfaatkan inisiatif internasional untuk mengamankan investasi dan dukungan teknologi.

3. Reformasi Birokrasi dan Anti-Korupsi

  • Pemerintahan Prabowo kemungkinan akan mendorong efisiensi birokrasi dengan digitalisasi dan restrukturisasi lembaga pemerintah.
  • Penegakan hukum terhadap korupsi akan menjadi ujian besar, terutama mengingat harapan publik akan pemerintahan yang bersih dan transparan.

LANGKAH EKONOMI

1. Pengembangan Infrastruktur Berkelanjutan

  • Melanjutkan proyek-proyek infrastruktur yang sudah dimulai pemerintahan sebelumnya, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN).
  • Fokus pada pengembangan infrastruktur yang mendukung industrialisasi, seperti pelabuhan, bandara, dan kawasan industri.

2. Transformasi Ekonomi Berbasis Sumber Daya Alam

  • Mengoptimalkan sumber daya alam Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah, seperti hilirisasi tambang (nikel, bauksit, tembaga) dan pengembangan energi terbarukan.
  • Mendorong investasi di sektor pertanian dan perikanan untuk meningkatkan ketahanan pangan.

3. Peningkatan Investasi dan UMKM

  • Kebijakan yang mendukung iklim investasi, baik asing maupun domestik, seperti penyederhanaan regulasi dan insentif fiskal.
  • Mendorong UMKM melalui program pembiayaan, pelatihan, dan akses ke pasar digital.

4. Transisi Energi

  • Fokus pada pengembangan energi hijau dan terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, sejalan dengan komitmen perubahan iklim.
  • Menarik investasi di sektor energi terbarukan, seperti tenaga surya, panas bumi, dan hidro.

5. Penanganan Kesenjangan Sosial

  • Program bantuan sosial yang lebih terarah untuk mengurangi kesenjangan ekonomi.
  • Meningkatkan akses masyarakat ke layanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur dasar.

Tantangan yang Dihadapi

1. Dinamika Koalisi Politik

  • Dengan koalisi besar yang mendukungnya, Prabowo harus menjaga stabilitas politik dengan mengakomodasi berbagai kepentingan partai.
  • Konflik internal koalisi bisa menjadi tantangan jika tidak dikelola dengan baik.

2. Perubahan Ekonomi Global

  • Ketidakpastian ekonomi global, seperti dampak perang di Ukraina atau perlambatan ekonomi Tiongkok, dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
  • Inflasi global dan fluktuasi harga komoditas menjadi faktor yang perlu diantisipasi.

3. Ekspektasi Publik yang Tinggi

  • Rakyat memiliki ekspektasi tinggi terhadap pemerintahan Prabowo, terutama dalam hal lapangan kerja, stabilitas harga, dan penanganan korupsi.
  • Pemerintahan Prabowo Subianto diperkirakan akan fokus pada stabilitas politik, kedaulatan ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan.

Tantangan global dan domestik akan menjadi ujian besar, tetapi dengan kebijakan yang strategis dan implementasi yang baik, Indonesia memiliki peluang untuk melangkah ke arah pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (fir)

Topics #Prabowo Subianto