Pulau Bangka Belitung telah lama dikenal sebagai salah satu penghasil timah terbesar di dunia. Sejarah penambangan timah di wilayah ini sangat panjang dan menarik, bahkan diperkirakan telah dimulai sejak abad pertama Masehi.
Masa Awal Timah ditemukan di Pulau Bangka Belitung:
Dimulai dari zaman kerajaan. Dari bukti-bukti arkeologis menunjukkan bahwa penambangan timah di Bangka telah dilakukan sejak zaman kerajaan-kerajaan kuno di Nusantara, seperti Kerajaan Sriwijaya.
Prasasti Kota Kapur di Bangka Barat menjadi salah satu bukti sejarah ini.
Kemudian catatan berlanjut saat penemuan oleh Bangsa Barat sekitar abad ke-16. Bangsa-bangsa Eropa, terutama Belanda mulai tertarik dengan kekayaan timah di Bangka. Mereka melihat potensi besar dari komoditas ini untuk perdagangan internasional.
Masuknya Kolonial dan kemudian menguasai wilayah Bangka Belitung untuk dijadikan penambangan timah. Kegiatan ini sebagai salah satu sumber pendapatan utama mereka. Perusahaan-perusahaan Belanda seperti NV Billiton Maatschappij menguasai hampir seluruh aktivitas penambangan timah di wilayah ini.
Pada masa kolonial ini banyak tenaga kerja dipaksa bekerja di pertambangan timah dalam kondisi yang sangat berat. Untuk cerita penderitaan masyarakat dari kekejaman kolonial akan kita bahas pada artikel selanjutnya.
Setelah Indonesia merdeka, pemerintah Indonesia mengambil alih pengelolaan pertambangan timah dari Belanda. Perusahaan-perusahaan milik Belanda dinasionalisasi dan dibentuklah perusahaan negara PT Timah. Pada masa Orde Baru, industri timah Indonesia mengalami masa kejayaannya. Timah menjadi salah satu komoditas ekspor utama Indonesia dan memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan negara.
Namun keuntung dari timah hanya dirakan orang pusat. Masyarakat asli Pulau Bangka Belitung hanya sebagai penonton saja. Terlebih pada saat itu Bangka Belitung adalah kabupaten kepulauan Sumatera Selatan.
Saat ini, industri timah di Bangka Belitung menghadapi berbagai tantangan, seperti penurunan harga timah di pasar dunia, persaingan dari negara-negara produsen timah lainnya, dan masalah lingkungan akibat kegiatan penambangan.
Pemerintah dan perusahaan pertambangan terus berupaya untuk mengembangkan industri timah secara berkelanjutan, dengan memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.
Dampak positif penambangan timah di Bangka Belitung yaitu memberikan dampak yang sangat besar. Dengan adanya penambangan timah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan daerah. Kegiatan usahan penamabangan timah membuka lapangan kerja. Industri timah menyerap banyak tenaga. Pendapatan dari sektor pertambangan digunakan untuk membangun infrastruktur.
Terjadinya kerusakan lingkungan akibat kegiatan penambangan. Rusaknya hutan yang juga berakibat terjadinya pencemaran air dan tanah longsor.
Selain kerusakan alam terjadi juga persaingan dalam mengakses sumber daya timah. Kegiatan ini berpotensi memicu konflik sosial.
Ekonomi daerah menjadi sangat tergantung pada sektor pertambangan, sehingga rentan terhadap fluktuasi harga timah.
Kesimpulannya, rekam jejak tambang timah di Bangka Belitung adalah cerminan dari sejarah Indonesia. Komoditas ini telah memberikan kontribusi besar bagi pembangunan negara, namun juga menimbulkan berbagai masalah lingkungan dan sosial. Untuk masa depan, diperlukan upaya yang lebih serius untuk mengelola sumber daya timah secara berkelanjutan dan membangun ekonomi daerah yang lebih diversifikasi. (win)