Pada tahun 2024, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang perikanan di Indonesia berkembang pesat dengan total mencapai sekitar 62.000 unit usaha yang tersebar di seluruh Indonesia.
UMKM perikanan ini memainkan peran vital dalam menunjang ekonomi lokal, terutama di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Sebagian besar usaha tersebut berfokus pada pengolahan produk-produk laut seperti ikan, udang, dan rumput laut yang memiliki nilai tambah tinggi di pasar domestik dan internasional.
Mayoritas UMKM perikanan di Indonesia berlokasi di Pulau Jawa, khususnya di provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Namun, untuk mempercepat pemerataan dan meningkatkan daya saing di pasar global, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupaya mendorong persebaran usaha ini ke seluruh wilayah Nusantara.
Berbagai inisiatif dilakukan, termasuk program pelatihan untuk peningkatan standar kualitas produk agar memenuhi persyaratan internasional, serta penyuluhan terkait higienitas dan sertifikasi kelayakan pengolahan. Tujuannya adalah meningkatkan daya saing produk perikanan olahan Indonesia yang berasal dari UMKM, sehingga mampu bersaing di pasar ekspor.
Selain itu, digitalisasi juga menjadi fokus pemerintah untuk membantu UMKM perikanan memperluas jangkauan pasar mereka. Pemanfaatan teknologi, seperti platform e-commerce dan pemasaran digital, diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
Dengan begitu, UMKM perikanan Indonesia tidak hanya menjadi penggerak ekonomi lokal, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat. (fir)