“Mobil listrik telah menggebrak dunia otomotif dengan performa yang tinggi dan bebas polusi.”
Mobil listrik, seperti yang diproduksi oleh Tesla, menggunakan teknologi yang memungkinkan akses ke kinerja tinggi dengan emisi nol, menjadikannya pilihan yang ramah lingkungan dibandingkan mobil bermesin pembakaran internal (ICE).
ICE atau Internal Combustion Engine adalah mobil yang menggunakan mesin pembakaran internal untuk menghasilkan energi. Mesin ini bekerja dengan membakar bahan bakar, seperti bensin atau solar, yang dicampur dengan udara di dalam ruang pembakaran.
Teknologi motor induksi yang digunakan dalam mobil Tesla Model S merupakan hasil penemuan Nikola Tesla, yang memiliki dua bagian utama: stator dan rotor, di mana rotor berputar di medan magnet yang dihasilkan oleh stator.
Motor induksi juga memiliki keunggulan dalam hal kontrol kecepatan, yang dapat dimodifikasi dengan mengubah frekuensi catu daya AC. Catu daya atau power supply sangat penting untuk memastikan perangkat elektronik dapat bekerja dengan baik.
Keuntungan Motor Induksi
Keunggulan terbesar dari mobil listrik adalah kemampuan motor induksi untuk bekerja secara efisien dalam rentang kecepatan berapa pun.
Motor induksi tidak membutuhkan transmisi yang kompleks karena bisa berjalan efisien pada berbagai kondisi dengan kecepatan yang bervariasi, berbeda dengan mesin pembakaran internal yang terikat pada rentang kecepatan tertentu.
Kendala mekanik yang dihadapi pada mesin ICE, seperti konversi gerakan piston ke rotasi, dapat dihindari karena motor induksi langsung menghasilkan gerakan rotasi.
Sistem Baterai dan Inverter
Inverter bertindak sebagai otak mobil listrik, mengubah daya DC dari baterai menjadi AC untuk motor.
Baterai mobil listrik terdiri dari banyak sel lithium-ion yang disusun dalam kombinasi seri dan paralel untuk menghasilkan daya yang dibutuhkan.
Pendinginan efektif baterai juga krusial untuk memastikan kinerja optimal, yang dicapai melalui sistem pendinginan glikol yang mengalir di antara sel-sel.
Inverter memainkan peran penting dalam mengontrol tenaga yang dikirim ke motor, yang memungkinkan variasi torsi dan kecepatan di dalam sistem penggerak.
Sistem Penggerak dan Kontrol Traksi
Sistem penggerak mobil listrik sederhana tetapi efektif, menggunakan transmisi kecepatan tunggal.
Mobil listrik seperti Tesla Model S menggunakan gearbox yang sederhana, karena motor induksi dapat beroperasi efisien tanpa perlu banyak gigi.
Diferensial terbuka yang digunakan untuk sistem penggerak memiliki keunggulan dalam menopang lebih banyak torsi, meskipun mungkin menghadapi masalah kontrol traksi yang dapat ditangani secara efektif dengan sistem canggih.
Metode pemangkasan daya pada motor induksi dapat membantu mendapatkan kontrol traksi yang baik, menggantikan perangkat keras mekanik yang kompleks dengan perangkat lunak yang responsif.
Pengereman Regeneratif
Pengereman regeneratif memungkinkan mobil listrik untuk menghemat energi kinetik menjadi listrik.
Sistem pengereman regeneratif memungkinkan mobil untuk menggunakan energi yang biasanya hilang sebagai panas saat direm, dengan cara menangkap kembali energi listrik dan menyimpannya di dalam baterai.
Proses ini terjadi saat pedal akselerator dilepaskan, di mana motor berfungsi sebagai generator, sehingga kecepatan kendaraan dapat dikontrol lebih akurat selama berkendara. (fir)