Pada Perang Dunia II Pulau Morotai di Maluku Utara dijadikan pulau pertahanan tentara Sekutu maupun tentara Jepang.
Saat ini Menhan RI menilai, pentingnya Pulau Morotai bagi Indonesia, merupakan aset strategis bagi negara.
“Pulau Morotai adalah aset strategis bagi Indonesia. Keberadaan prajurit kita di sini harus menjadi jaminan bahwa keamanan wilayah ini, baik di darat, laut, maupun udara tetap kokoh. Kita harus selalu siap menghadapi ancaman dari dalam maupun luar,” tegas Pangdam Jaya di era tahun 1998.
Pulau Morotai adalah pulau bersejarah pada Perang Dunia II. Berada di bibir Samudera Pasifik.
“Pulau Morotai merupakan salah satu pulau paling utara Indonesia yang menyimpan sejarah Perang Asia Timur Raya atau Perang Pasifik antara tentara sekutu dan Jepang”, tulis Antara (13/11/17) dalam artikel “Lokasi Bekas Perang Pasifik di Morotai Direkonstruksi”.
Menurut catatan sejarah, Pulau Morotai pernah diduduki Jepang pada tahun 1942 dan membangun pangkalan militernya.
Bukan hanya Jepang, Amerika Serikat dan sekutu (Australia) juga pernah menjadikannya sebagai basis utama untuk membebaskan Filipina.
Amerika dan sekutu menggunakan Pulau Morotai saat Perang Morotai terjadi, 15 September 1944.
Menurut riset yang dilakukan oleh Balai Arkeologi Maluku, mereka menemukan bekas pangkalan udara militer Jepang di Daruba, ibu kota Morotai.
Di pangkalan militer yang tidak terawat tersebut masih bisa ditemukan tujuh landasan pesawat terbang, tank, bunker, meriam dan lainnya dalam kondisi rusak berat.
Pulau Morotai sebagai pulau pertahanan penting pada Perang Dunia II.
Pulau ini dijadikan benteng Pertahanan di Pasifik.
Letak Pulau Morotai di Provinsi Maluku Utara, Indonesia, memiliki peran strategis yang sangat penting selama Perang Dunia II. Posisinya yang berada di kawasan Pasifik membuatnya menjadi titik fokus perebutan kekuasaan antara Jepang dan Sekutu.
Mengapa Morotai Begitu Strategis?
- Posisi geografis: Morotai terletak di jalur strategis yang menghubungkan wilayah Asia Tenggara dengan Pasifik.
- Sumber daya alam: Pulau ini memiliki sumber daya alam yang cukup melimpah, seperti minyak bumi, yang menjadi incaran negara-negara besar.
- Landasan udara alami: Morotai memiliki beberapa lapangan terbang alami yang sangat cocok dijadikan basis udara untuk operasi militer.
Peran Morotai dalam Perang Dunia II
- Pendudukan Jepang: Pada awal Perang Dunia II, Jepang berhasil menduduki Pulau Morotai dan membangun berbagai fasilitas militer di sana, seperti landasan udara, bunker, dan gudang amunisi.
- Pertempuran sengit: Pertempuran sengit antara Jepang dan Sekutu terjadi di Morotai. Sekutu berusaha merebut kembali pulau ini untuk memotong jalur suplai Jepang dan mempercepat berakhirnya perang di kawasan Pasifik.
- Pangkalan militer Sekutu: Setelah berhasil merebut Morotai, Sekutu menjadikan pulau ini sebagai pangkalan militer yang sangat penting untuk melancarkan serangan balik ke Filipina.
Hingga kini banyak ditemukan peninggalan sejarah Perang Dunia II di Pulau Morotai antara lain :
- Bunker: Bekas tempat persembunyian dan perlindungan bagi tentara.
- Landasan udara: Bekas tempat lepas landas dan mendaratnya pesawat tempur.
- Peralatan militer: Seperti tank, meriam, dan pesawat yang tidak terpakai.
Peninggalan sejarah Perang Dunia II di Morotai juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang tertarik dengan sejarah. Beberapa tempat wisata sejarah yang bisa dikunjungi antara lain:
- Pantai Pasir Panjang: Tempat pendaratan pertama pasukan Sekutu di Morotai.
- Bunker Jepang: Bekas tempat persembunyian tentara Jepang.
- Museum Perang: Menyimpan berbagai koleksi benda-benda peninggalan perang.
Perang selalu meninggalkan luka yang mendalam bagi umat manusia. Pulau Morotai adalah saksi bisu dari peristiwa bersejarah yang sangat tragis. Dengan mempelajari sejarah, kita dapat menghargai nilai perdamaian dan menghindari terjadinya konflik bersenjata di masa depan. (win)