Berdasarkan data hitung cepat Indikator Politik Indonesia, Rabu (27/11/2024), perolehan sementara menempatkan cagub dan cawagub Maluku Utara, Sherly Tjoanda-Sarbin Sehe mendapat suara tertinggi. Pasangan calon nomor urut 4 itu meraih suara 50,76% atau mengungguli tiga pasangan calon (paslon) lain.

Sherly Tjoanda adalah istri Benny Laos. Benny Laos (8 Agustus 1972 – 12 Oktober 2024) adalah seorang pengusaha dan politikus Indonesia yang menjabat sebagai Bupati Pulau Morotai periode 2017–2022. Almarhum Benny juga menjabat sebagai staf khusus di Kepala Staf Kepresidenan pada 2023 hingga wafat pada 12 Oktober 2024.

Benny meninggal dunia dalam peristiwa meledaknya speed boat Bella 72 yang ditumpanginya bersama rombongan, diduga akibat kebocoran bahan bakar. Benny sempat mendapat perawatan di RSUD Bobong, Pulau Taliabu, sebelum dinyatakan meninggal. Sang istri, Sherly, yang juga berada di kapal, mengalami luka dan dirawat intensif di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Tragedi ini tidak hanya mengakhiri kampanye Benny, tetapi juga menjadi pukulan berat bagi dunia politik lokal. Setelah insiden, partai pengusung segera bergerak mencari pengganti sesuai regulasi Pilkada.

Keputusan Sherly untuk menggantikan posisi Benny serta maju di Pilkada 2024 ternyata mendapatkan respons positif dari publik.
Dukungan emosional dari sahabat dan tokoh publik, memberikan kekuatan tambahan bagi Sherly di tengah duka.

Namun, perjalanan politik Sherly tidak mudah. Ia harus menghadapi lawan politik tangguh dan meyakinkan masyarakat akan kemampuannya sebagai pemimpin. Meski demikian, Sherly optimistis bahwa dirinya mampu meneruskan warisan Benny.

“Aku sempat takut sendirian waktu Benny pergi, tapi ternyata dukungan keluarga dan teman-teman Benny membuatku yakin untuk maju,” ujar Sherly dalam suatu wawancara.

Sherly tak tergoyahkan, semangatnya siap melanjutkan perjuangan almarhum suaminya demi masa depan Maluku Utara.

Sherly Tjoanda selain dikenal sebagai istri Bupati Morotai Benny Laos, dia diketahui aktif berada di sejumlah posisi di wilayah Maluku Utara.

Salah satu kegiatan aktif yang dijalani oleh Sherly adalah menjabat sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Tak hanya itu, Sherly Tjoanda juga merupakan Ketua Yayasan Bela Peduli.
Sosok Sherly Tjoanda bak ‘alarm’ yang akan terus mengingatkan pada suaminya yang selalu mengedepankan kebutuhan pembangunan di Maluku Utara.

Hal ini ia sampaikannya saat mendampingi suami berkampanye di Pulau Mangoli, Kepulauan Sula, Minggu 6 Oktober 2024 malam.

Dalam kesempatan tersebut, Sherly memperkenalkan diri kepada masyarakat Desa Mangoli dan Desa Waitina.

“Mama-mama semua, saya berasal dari Ambon, kita sama-sama orang Maluku. Kita semua bersaudara,” ujar Sherly dengan ramah.

Sherly Tjoanda lahir pada 8 Agustus 1984, pada pemilihan umum Gubernur Maluku Utara 2024 – 2029, ia maju menjadi calon gubernur menggantikan almarhum suaminya yang meninggal dunia dalam kecelakaan perahu cepat pada 12 Oktober 2024.

Pencalonan Sherly sebagai Gubernur Maluku Utara dan didampingi Sarbin Sehe sebagai calon wakil gubernur yang diusung oleh delapan partai politik.

Ibu tunggal dari tiga orang anak, yakni Edbert, Edelyn dan Edrick dalam kampanyenya tidak hanya menjual kesedihan atas peristiwa yang menewaskan suaminya. Sherly ternyata menunjukkan kecerdasannya saat debat calon gubernur yang dilaksakan KPU.

Sebelum menikahi Benny, Sherly Tjoanda telah menyelesaikan pendidikan di Universitas Petra Surabaya. Ia mengambil jurusan International Business Management.

Usai lulus dari Universitas Petra, Sherly melanjutkan S2 dengan mengambil program double degree di Inholland University, Belanda. Ia berhasil lulus pada tahun 2004.

Sheryl kemudian menjabat sebagai Direktur PT Bela Group, perusahaan yang dikelola bersama Benny Laos. Ia juga menjadi pembina Yayasan Bela Peduli, sebuah organisasi sosial yang didirikannya bersama mendiang suami.

Perempuan berusia 24 tahun ini memiliki pengalaman sebagai ibu Bupati Morotai pada 2017. Sosoknya juga dipercaya menjabat menjadi Ketua Dewan Pengurus DAerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Maluku Utara. (win)